Postingan

< BLANK >

Halo, Mohon maaf chapter ini masih kosong. Silakan kunjungi Chapter lain :))

Independent Love

  I don't know the definition of together. When I saw a couple, I remember the way I am abandoned. When I see a group of families, I remember how some people were derelict. When I see a bunch of friends, I am sure one or other will found a new friend, then forget the older. For me, together is just the way you should ready for the hurt, breakup, and alone.   Did you know the definition of love? If you ask me. Love is just my self. How I care for my self more. No need somebody else to love me. Especially you. Thank you.

Sebuah Kapur Sirih

Gambar
Halloo.. selamat datang di dunia-ku, jurnal-ku, dan sebagian cerita hidupku. Silakan baca alamat websitenya : www.delaneva.blogspot.com Boleh mampir, lihat-lihat dulu, kalau suka bolehlah diingat alamatnya kemudian main ke sini lagi kapan hari :) Ingat yaa, DELANEVA . Aku ambil dan plesetkan dari namaku sendiri, Lana Khanifah (salam kenal!) Sudah terepresentasi dari namanya, jadi tolong jangan heran kalau konten blog ini isinya 'akucentris' . Karena tujuan awal aku bikin blog ini pun hanya ingin belajar nulis. Bikin artikel yang rapi untuk merapikan pikiran, syukur-syukur bisa membantu merapikan hidup. Atau barangkali suatu saat aku bisa memamerkan blog ini sebagai portfolio tulisanku (misal tiba-tiba aku ingin jadi content writer). Bonusnya adalah kalau ada yang suka sama tulisanku, dan syukur-syukur bisa bermanfaat. Isi tulisannya random, sesuai mode otak. Kadang serius, kadang ilmiah, kadang melankolis, kadang ngelantur, tapi sepertinya tidak akan ada tulisan berbasis komedi...

"Belajar Sains Mampu Melatih Cara Berpikir", Maksudnya Gimana?

Pernah gak sih kalian dengar ada orang yang bilang, "Kalau kita belajar sains, itu dapat mengubah cara berpikir kita" atau "Dengan belajar sains, kita dilatih untuk melakukan problem solving (menyelesaikan masalah)",   atau "Orang yang jago sains itu problem solving-nya bagus!" entah oleh guru kalian, trainer, atau orang-orang di TV, atau sekadar konten-konten di sosial media.   Jadi maksudnya apa? Cara berpikir yang gimana? Problem solving soal apa? Kalau problem solving soal aljabar, kurva matematika, atau gaya-usaha di soal fisika sih iya, tapi ya ngapain? Gunanya hanya sebatas sampai Ujian Nasional doang atau maksimal UTBK, biar bisa masuk universitas. Di dunia nyata, permasalahannya sudah beda lagi, jadi ya mana terpakai. Problem solvingnya sudah pakai cara lain lagi, cara mikirnya juga udah gak mikir soal matematika atau fisika lagi (kecuali emang pekerjaannya masih berhubungan dengan ngitung-ngitung begituan juga)   Pernah berpikir sep...

Being Generalist or Specialist?

Aku pernah berada dalam masa kebingungan setelah lulus kuliah. Pekerjaan apa yang ingin kugeluti seumur hidupku. Pekerjaan apa yang bisa membuatku jatuh cinta terus menerus, dan tentu saja menghasilkan uang. Opsi yang kupikirkan banyak, buanyak sekali. Ya, aku menyukai banyak hal. Menggemari banyak hal. Dan mudah penasaran dengan banyak hal. Tapi satu, aku juga mudah bosan. Kecenderungan itu membuatku sulit untuk membuat pilihan. Aku berikan gambaran betapa gampangannya aku dalam menyukai sesuatu. Ketika aku selesai membaca buku yang menurutku bagus, aku langsung ingin menjadi penulis. Ketika aku menonton drama mengenai kehidupan jurnalis, aku pun ingin menjadi jurnalis. Ketika dramanya mengenai kehidupan dokter dan seputar rumah sakit, tiba-tiba aku ingin menjadi dokter. Begitupun dengan guru, jaksa, penyanyi, dll. Aku senang membantu teman yang profesinya berbeda denganku. Bukan semata-mata untuk meringankan bebannya, tapi karena aku memang tertarik dengan pekerjaannya. Aku membant...

Mereka Bilang Bapakku Gila

Udara berhembus cukup kencang ketika aku sampai di tempat ini. Sebuah tempat peristirahatan yang tidak pernah kudatangi sejak lima tahun silam di hari pemakaman bapak. Pohon beringin yang telah tumbuh sebelum aku lahir masih berdiri gagah di antara pohon-pohon kamboja yang sedang tidak berbunga. Ya, tepat di bawah pohon itulah aku perlahan mengarahkan langkahku. “Bapak, aku datang.” Bisikku di hadapan gundukan tanah dengan papan kayu berukiran nama ‘ Bhanu Wijoyo bin Pramono ’. Mataku terasa menghangat, menahan air mata. Masih sangat jelas di ingatanku, sebuah memori ketika aku berlari ketakutan lima tahun silam karena bapak yang tiba-tiba berteriak-teriak seperti orang kesurupan. Ibu menangis sambil mencoba menenangkan. Beberapa tetangga datang ke rumah, sebagian mencoba menolong, dan yang lain hanya menonton. Sedangkan aku, menyembunyikan ketakutanku dengan memeluk adikku yang masih berusia lima tahun kala itu. Beberapa kyai didatangkan ke rumah untuk mengobati bapak. Setiap mal...

INSECURITY #4 - Childhood's Trauma is Real

Gambar
Jika kupikir-pikir sekarang. Apa yang pernah kualami semasa kecil hingga remaja, itu bukanlah suatu masalah yang besar. Aku hanya menerima ejekan dan dipandang sebelah mata saja. Aku tidak pernah mengalami bullying parah hingga melibatkan kekerasan fisik, atau aku dijauhi semua orang hingga aku tidak punya teman. Selayaknya anak-anak, bukankah mereka memang suka saling ejek? --- Benar, mereka hanyalah anak-anak. Dan, aku pun hanya anak-anak. Selayaknya anak-anak, aku belum mempunyai pengetahuan tentang memanage sakit hati. Aku tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Yang kutahu hanyalah cara mengingat dan melupakan. Jika ada sesuatu yang tidak ingin kuingat, aku hanya perlu berusaha untuk melupakan (atau mungkin yang kulakukan hanya pura-pura melupakan sih. Ah, entahlah). Oh ya, ada satu hal lagi yang harus dilakukan. Memaafkan. Sejak kecil, semua orang selalu mengatakan agar kita harus saling memaafkan. Ya, dan of course I do! Aku selalu berusaha untuk memaafk...