Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

INSECURITY #3 - How I Cure Myself

Gambar
Sedih. Benci. Kemudian menyangkal terhadap emosi yang kurasakan. Aku tidak tahu bahwa ternyata kesedihan-kesedihan yang kutolak bisa berteriak minta diperhatikan. Ibarat luka, aku selalu berusaha menutupi dan menyembunyikannya. Tanpa peduli bahwa semakin hari, ternyata luka itu semakin lebar dan bernanah. Aku tidak ingat betul peristiwa apa yang menjadi titik balikku. Namun akan aku coba untuk meruntut dan menganalisa beberapa kejadian yang mungkin berpengaruh dalam proses pemulihan lukaku. --- Tahun 2013, aku mengalami kegagalan pertamaku. Bukan karena alasan fisik, melainkan karena kemampuanku. Sebut saja kegagalan itu sebagai SBMPTN. Awalnya kupikir itu adalah kegagalan pertamaku, namun ternyata aku hanya tidak pernah cukup nyali saja untuk mengambil risiko kegagalan sebelumnya. Hingga akhirnya, sekarang aku dipaksa gagal. Aku sedih karena gagal. Namun aku tidak marah. ((Berbeda dengan sebelumnya)) Aku sadar aku sedih, dan aku tidak pernah menutu...

INSECURITY #2 - How I Live With My Hatred

Aku tidak pandai membenci. Jika aku membenci orang-orang yang mengejekku, mungkin aku telah membenci semua orang yang pernah kutemui. Tentu saja aku tidak mau hidup sendiri dan  bermusuhan dengan semua orang. Jadi sebagai gantinya, aku cukup membenci satu orang, yaitu diriku sendiri. Bertahun-tahun aku hidup dalam kebencian. Aku hidup bersama satu-satunya orang yang kubenci. Bagaimana bisa aku tidak muak? Seperti apa level benci paling tinggi? Bukan marah-marah mengutukinya. Namun mengabaikannya, tidak menganggapnya ada. Aku pun. Aku benci diriku hingga aku tidak pernah mempedulikannya, yang kupedulikan hanyalah pendapat-pendapat dan kalimat-kalimat yang orang lain ucapkan padaku. Meskipun menyakitkan, tapi aku selalu lebih mempedulikan pendapat orang terhadapku, dibandingkan dengan rasa sakit hatiku sendiri. Aku  tidak menganggap bahwa aku memang memiliki kekurangan yang membuat orang-orang menghinaku. Bahwa diriku yang pendek itu masih hidup bersamaku h...

INSECURITY #1 - What Your Biggest Insecurity?

Gambar
Sebuah cerita singkat tentang sisi gelap. --- Bermula menemukan sayap kupu-kupu patah yang basah di tengah trotoar. Aku mengambil fotonya dan merasa terlalu sayang menyimpannya dalam galeri pribadiku. Bagiku, foto itu terlalu banyak bercerita. Sayap yang indah, namun utuh patah. Berserak di tengah jalanan. Terguyur air hujan bekas semalam. Foto itu terasa penuh luka, bagiku. Dalam sebuah story di instagram, aku merepresentasikan gambar itu dalam sebuah duka dan lara terpendam. INSECURITY. Aku percaya semua orang memiliki lukanya tersendiri. Aku yakin semua orang memiliki sebuah nisan yang mungkin dia pendam sendirian, tempat dimana dia selalu berduka atasnya, sebuah hal yang menyakitkan dan selalu menyisakan duka. Melalui postingan itu, sebenarnya aku ingin mengajak orang-orang untuk membebaskan dukanya. Melepaskan ketakutan akan hal-hal yang membuatnya tidak aman, tidak mampu percaya diri, dan terlalu lama berduka dalam nisan pribadinya. Aku pun. Aku menantang diriku untuk mela...