INSECURITY #3 - How I Cure Myself

Sedih. Benci. Kemudian menyangkal terhadap emosi yang kurasakan. Aku tidak tahu bahwa ternyata kesedihan-kesedihan yang kutolak bisa berteriak minta diperhatikan. Ibarat luka, aku selalu berusaha menutupi dan menyembunyikannya. Tanpa peduli bahwa semakin hari, ternyata luka itu semakin lebar dan bernanah. Aku tidak ingat betul peristiwa apa yang menjadi titik balikku. Namun akan aku coba untuk meruntut dan menganalisa beberapa kejadian yang mungkin berpengaruh dalam proses pemulihan lukaku. --- Tahun 2013, aku mengalami kegagalan pertamaku. Bukan karena alasan fisik, melainkan karena kemampuanku. Sebut saja kegagalan itu sebagai SBMPTN. Awalnya kupikir itu adalah kegagalan pertamaku, namun ternyata aku hanya tidak pernah cukup nyali saja untuk mengambil risiko kegagalan sebelumnya. Hingga akhirnya, sekarang aku dipaksa gagal. Aku sedih karena gagal. Namun aku tidak marah. ((Berbeda dengan sebelumnya)) Aku sadar aku sedih, dan aku tidak pernah menutu...