Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Sebuah Kapur Sirih

Gambar
Halloo.. selamat datang di dunia-ku, jurnal-ku, dan sebagian cerita hidupku. Silakan baca alamat websitenya : www.delaneva.blogspot.com Boleh mampir, lihat-lihat dulu, kalau suka bolehlah diingat alamatnya kemudian main ke sini lagi kapan hari :) Ingat yaa, DELANEVA . Aku ambil dan plesetkan dari namaku sendiri, Lana Khanifah (salam kenal!) Sudah terepresentasi dari namanya, jadi tolong jangan heran kalau konten blog ini isinya 'akucentris' . Karena tujuan awal aku bikin blog ini pun hanya ingin belajar nulis. Bikin artikel yang rapi untuk merapikan pikiran, syukur-syukur bisa membantu merapikan hidup. Atau barangkali suatu saat aku bisa memamerkan blog ini sebagai portfolio tulisanku (misal tiba-tiba aku ingin jadi content writer). Bonusnya adalah kalau ada yang suka sama tulisanku, dan syukur-syukur bisa bermanfaat. Isi tulisannya random, sesuai mode otak. Kadang serius, kadang ilmiah, kadang melankolis, kadang ngelantur, tapi sepertinya tidak akan ada tulisan berbasis komedi...

"Belajar Sains Mampu Melatih Cara Berpikir", Maksudnya Gimana?

Pernah gak sih kalian dengar ada orang yang bilang, "Kalau kita belajar sains, itu dapat mengubah cara berpikir kita" atau "Dengan belajar sains, kita dilatih untuk melakukan problem solving (menyelesaikan masalah)",   atau "Orang yang jago sains itu problem solving-nya bagus!" entah oleh guru kalian, trainer, atau orang-orang di TV, atau sekadar konten-konten di sosial media.   Jadi maksudnya apa? Cara berpikir yang gimana? Problem solving soal apa? Kalau problem solving soal aljabar, kurva matematika, atau gaya-usaha di soal fisika sih iya, tapi ya ngapain? Gunanya hanya sebatas sampai Ujian Nasional doang atau maksimal UTBK, biar bisa masuk universitas. Di dunia nyata, permasalahannya sudah beda lagi, jadi ya mana terpakai. Problem solvingnya sudah pakai cara lain lagi, cara mikirnya juga udah gak mikir soal matematika atau fisika lagi (kecuali emang pekerjaannya masih berhubungan dengan ngitung-ngitung begituan juga)   Pernah berpikir sep...

Being Generalist or Specialist?

Aku pernah berada dalam masa kebingungan setelah lulus kuliah. Pekerjaan apa yang ingin kugeluti seumur hidupku. Pekerjaan apa yang bisa membuatku jatuh cinta terus menerus, dan tentu saja menghasilkan uang. Opsi yang kupikirkan banyak, buanyak sekali. Ya, aku menyukai banyak hal. Menggemari banyak hal. Dan mudah penasaran dengan banyak hal. Tapi satu, aku juga mudah bosan. Kecenderungan itu membuatku sulit untuk membuat pilihan. Aku berikan gambaran betapa gampangannya aku dalam menyukai sesuatu. Ketika aku selesai membaca buku yang menurutku bagus, aku langsung ingin menjadi penulis. Ketika aku menonton drama mengenai kehidupan jurnalis, aku pun ingin menjadi jurnalis. Ketika dramanya mengenai kehidupan dokter dan seputar rumah sakit, tiba-tiba aku ingin menjadi dokter. Begitupun dengan guru, jaksa, penyanyi, dll. Aku senang membantu teman yang profesinya berbeda denganku. Bukan semata-mata untuk meringankan bebannya, tapi karena aku memang tertarik dengan pekerjaannya. Aku membant...